Bagaimana Cara Memulai Business Startup

Belakangan ini perusahaan startup di era digital sangat menukik tajam keatas di Indonesia. Wajar apabila anak muda saat ini berbondong-bondong tertarik memulai. Tapi untuk memulai startup tidak semudah yang kita bayangkan.

Dalam prosesnya perlu melakukan riset terlebih dahulu agar bisa langgeng dan tidak kalah saing. Sehingga start up bisa memberikan hasil positif dan bisa berkembang menjadi perusahanan benefit yang menguntungkan dan membanggakan anak muda.

 

5 Hal yang perlu diperhatikan dalam Memulai Bisnis Startup

 

1.       Cari Ide dari Permasalahan di Masyarakat

entrepreneur sharing session with the founders of julo finance and intudo ventures at avenue8 offices. (photo credits: avenue8 offices)

entrepreneur sharing session with the founders of julo finance and intudo ventures at avenue8 offices. (photo credits: avenue8 offices)

Hal pertama sebelum memulai bisnis ini adalah startup apa yang akan Anda jalankan, tujuannya apa dan produk yang diberikan apa. Kita dapat menggali hal ini dengan melihat permasalahan yang dialami oleh masyarakat atau dari market kita. Cari informasi sebanyak mungkin, analisa satu persatu dan bandingkan dengan adanya startup kita dan tidak ada startup kita, apakah masyarakat membutuhkan? Ambil contohnya adalah perusahaan transportasi online, GOJEK. Dulu mereka mengambil permasalahan ojek offline yang ribet carinya, tidak ada harga standar dan pelayanan yang kurang baik. GOJEK hadir dalam memenuhi permasalahan transportasi itu, kemudian saat ini jadi salah satu pionir transportasi online di Indonesia.

 

2.       Kenal Ekosistemnya

Rintisan indonesia’s digital marketing workshop at avenue8 offices.  (Photo credits: Rintisan indonesia)

Rintisan indonesia’s digital marketing workshop at avenue8 offices. (Photo credits: Rintisan indonesia)

Selanjutnya, untuk Anda para calon pelaku bisnis startup, jangan lupa untuk mengenal ekosistem bisnisnya. Kalau perlu konsultasikan atau diskusi dengan teman yang berpengalaman, jangan semua bergerak sendiri hanya mengandalkan pengetahuan pribadi. Sangat perlu untuk calon pebisnis startup mempunyai konsultan atau minimal mentor.

Jika masih haus akan informasi Anda bisa mengikuti seminar – seminar yang banyak sekarang ini diadakan untuk startup. Jangan sampai tidak kenal ekosistem ini menyebabkan kegagalan. Karena sebagian besar startup gagal di awal karena tak kenal dengan ekosistemnya.

 

3.       Punya Visi Besar

Buat visi-misi dalam jangka waktu panjang. Hukumnya wajib, karena sebagai calon pebisnis sukses akan selalu diawali dengan impian besar. Bisa jadi startup pemula akan kesulitan menjalani fase awal bisnis, tapi tetap perencanaan jangka panjang akan membuat perusahaan menjadi besar dan kuat. Selain itu punya visi dan misi juga akan menarik perhatian para investor. Mereka akan melihat seperti apa keinginan Anda dalam membangun perusahaan dan bagaimana kelanjutan kelangsungan perusahaan selama bertahun - tahun kedepan.Anda bisa melihat ini di bukalapak. Saat perusahaan ini kecil mereka sudah punya fondasi visi misi yang besar hingga saat ini investor datang dan memberikan kepercayaan penuh terhadap perusahaan ini.

 

4.       Persiapkan Sistem, Peralatan dan Tempat

memiliki sarana bekerja yang nyaman sangat penting untuk produktivitas semua karyawan (photo credits: avenue8 offices)

memiliki sarana bekerja yang nyaman sangat penting untuk produktivitas semua karyawan (photo credits: avenue8 offices)

Jika sudah punya visi dan misi lanjutkan ke sistem perusahaan, peraturan dan bagaimana road map bisnis berlangsung. Sistem ini sangat penting agar efisien dan efektif melayani client.

Setalah itu peralatan adalah hal penting juga Anda perlu menyiapkan hal penting agar semua bisa mudah dalam menjalankan tugas masing-masing. Terpenting juga adalah tempat, Anda bisa membangun kantor. Jika modal masih minim dan ingin  hemat bisa sewa kantor terutama di Jakarta. Saat ini sudah banyak sewa meeting room, atau coworking Space Jakarta.

 

5.       Jeli Memilih Investor

Jika bisnis startup Anda sudah berkembang maka secara cepat akan  banyak investor menawarkan bantuan, Anda harus berhati – hati dan lebih jeli terhadap investor. Kenapa? Saat ini untuk mendapatkan investor tergolong mudah jika perusahaan bisa menunjukkan visi – misi dan jalannya bisnis secara profesional. Namun kita perlu sangat hati – hati terhadap investor, pertimbangkan sistem dan juga penting untuk mempertimbangkan model bisnis ke depannya. Ketika Anda sudah tidak satu visi dan misi dengan investor sebaiknya perlu mencari inverstor lain karena sangat mempengaruhi perjalanan bisnis dan perkembangan perusahaan. Anda tidak perlu ngotot mempertahankan investor dan mengejarnya dengan syarat yang memberatkan. Bisa kok punya investor lain yang bisa sejalan dengan visi dan misi Anda. Saran saya untuk nego dengan investor jika belum ada kantor yang memadai bisa menggunakan jasa sewa meeting room. Perusahaan lebih terlihat profesional dan dipercaya.

 

Sudah jelas ya apa saja yang perlu Anda pertimbangkan dalam memulai bisnis startup. Semoga yang segera menjalankan bisnis ini segera bisa berjalan dengan lancar dan sukses.



——————————————-

Contact us us today to see how The Avenue8 Advantage can help your business grow. Reach out to us any time to hear about our Private Office, Coworking Space, Virtual Office, Meeting Room, and Event Space deals.

As featured on: The Jakarta Post, Daily Social, Detik, Tech in Asia, and more.